Kamis, 16 Februari 2012

Ledakan Gas Oksigen di Koja 3 Tewas


JAKARTA - Pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab ledakan tabung gas di Koja, Jakarta Utara. Namun dari temuan sementara diduga kuat ledakan terjadi akibat regulator tabung yang lepas.

Kepala Polres Jakarta Utara Kombes Andap Budhi Revianto menjelaskan penyebab ledakan dari asumsi awal karena regulator. "Untuk memastikan masih menunggu penyelidikan puslabfor, kami tidak mau berasumsi" ungkapnya.

Pemeriksaan awal terdapat tiga tabung gas oksigen yang rusak dan sudah dibawa oleh puslabfor. Besarnya dampak ledakangan diduga karena isi tabung tersebut yakni gas argon acytiline.  Jenis gas yang biasa digunakan untuk mengelas karbit.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya ledakan keras di Jalan Mindi Blok Y RT 13 RW 08, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, pada Rabu (25/8) lalu. Dua orang dipastikan tewas dan tujuh lainnya luka-luka dibawa ke RS Koja.

Ruhut: Kalau Angie Bohong, Itu Pelanggaran Berat!

JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul kecewa sikap Angelina Sondakh yang selalu berkelit saat menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), kemarin.

Angie yang kebanyakan menjawab tidak tahu atas pertanyaan hakim, penuntut dan pengacara Nazar, malah mempersulit pengungkapan kasus suap wisma atlet.

Menurut Ruhut, Angie yang dihadirkan sebagai saksi di persidangan semestinya bersikap kooperatif. "Saksi aturannya tegas, sanksinya kalau saksi berbohong tujuh tahun (penjara), bahkan bisa lebih berat dari tersangka. Itu pelanggaran berat," tegas Ruhut kepada wartawan, Kamis (16/2/2012).

Ruhut menambahkan, status tersangka yang kini disandang Angie juga akan memperberat hukuman bila Angie terbukti berbohong mengenai perkara wisma atlet.

Senin, 06 Februari 2012

Hukuman Bagi Afriani

Ahmad Dani
Jum'at, 3 Februari 2012 - 11:46 wib

Polisi akhirnya memutuskan akan menjerat Afriani Susanti, pengemudi Xenia yang mengakibatkan 9 orang tewas di Tugu Tani, Jakarta Pusat, dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Reaksi beragam, bagi korban ini suatu pengobat luka tapi bagi Afriani dan keluarga ini suatu ketidakadilan.

Adil dalam ketentuan hukum memang agak sedikit berbeda dengan adil dalam kacamata sosial. Jelas, jika digunakan kacamata sosial, pasal 338 KUHP yang dijatuhkan kepada Afriani masih menuai kontroversi. Tapi, ini adalah hukum, di mana adil adalah menjatuhkan hukuman sesuai pada tempatnya.

Adagium hukum yang mengatakan membebaskan seribu orang bersalah daripada menghukum satu orang tak bersalah memang hanya ada di tataran wacana para pemutus palu sidang. Tapi, berkaca dari kasus Afriani, tampaknya dunia hukum Tanah Air mendapatkan tantangan baru untuk menjawabnya.

Hukuman secara sosial dari masyarakat terhadap Afriani sudah dilakukan. Bahkan, permohonan maaf yang dilontarkan Afriani ditolak pihak korban karena Afriani diminta datang langsung kepada keluarga korban. Hal ini pun mustahil karena polisi melarang Afriani mendatangi korban. Afriani sudah menyatakan salah dan meminta maaf, tapi cukupkah?

Sabtu, 04 Februari 2012

Lady Gaga Dibenci Ayahnya Sendiri

LOS ANGELES - Lady Gaga telah menjadi bintang eksentrik yang disenangi banyak penggemar. Siapa sangka, di balik ketenarannya, pelantun Born This Way itu memiliki musuh. Bukan sembarang orang, melainkan ayahnya sendiri.

Penampilan panggung spektakuler penyanyi berusia 25 tahun menjadi salah satu daya tarik yang membuatnya dipuja penggemar. Namun ayahnya sendiri, Joe Germanotta ternyata justru jadi salah satu orang yang membencinya.

Bukan tak sayang dan bangga pada putrinya, Joe hanya tidak suka dengan penampilan panggung putrinya yang juga terbawa hingga kehidupan nyata. Sang ayah sangat gerah karena pemilik nama lengkap Stefani Germanotta tersebut itu tetap memakai kostum panggung ketika berada di rumah.

"Sehari-hari, penampilanku sama dengan yang kukenakan di atas panggung. Ayahku itu selalu bilang, 'Bisa enggak kau lepaskan barang-barangmu itu?'," katanya yang dikutip dari Aceshowbiz.

Gaga juga menjelaskan, bahwa hal kecil macam ini menjadi masalah yang tidak pernah terselesaikan. Kendati hanya hal sepele, namun pertengkaran antara ayah dan anak ini berlangsung sepanjang waktu.(nsa)

Sutan: Nasib Anas di Tangan SBY

Jakarta - Wakil Ketua FPD DPR Sutan Bhatoegana menilai masa depan kepemimpinan PD ada di tangah Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Karenanya, SBY yang paling berwenang mengganti Anas, atau memilih membiarkannya sampai akhir jabatan.

"Percayalah tidak akan ada apa-apa sepanjang Pak SBY masih Ketua Dewan Pembina PD. SBY yang menentukan apakah akan melengserkan Anas atau tidak. Dan kita yakin sebagai Ketua Dewan Pembina nggak akan sewenang-wenang juga," ujar Sutan kepada detikcom, Sabtu (4/2/2012).

Apalagi, menurut Sutan, sejauh ini Anas selalu menyampaikan bahwa dirinya tak terlibat suap wisma atlet. "Ya Anas katakan dipanggil sebagai saksi tidak pernah kok mau dilengserkan," kata Sutan.

Menurut Sutan, SBY adalah perekat internal PD saat ini. Tanpa SBY, ia yakin sekali internal PD sudah pecah kongsi.

"Kalau nggak ada beliau bisa rebutan barang tuh. Kan AD/ART kembali dikembalikan semuanya ke Pak SBY," lanjutnya.

Sutan percaya SBY masih akan terus mengawal PD sampai menjadi partai yang besar. Jadi kelak saat SBY tak mau berpolitik lagi, PD sudah menjadi partai yang kuat.

"Kita sambil mendewasakan diri, SBY pelan-pelan akan meninggal Demokrat setelah kita siap," ungkap Sutan.

Anas dalam berbagai kesempatan menegaskan dirinya tidak pernah menerima uang dari Nazaruddin. Anas juga menyebut tudingan Nazaruddin kepada dirinya adalah fitnah.

Sedang Angelina Sondakh telah ditetapkan jadi tersangka kasus suap wisma atlet. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan politisi Demokrat Angelina Sondakh sebagai tersangka kasus dugaan suap wisma atlet. Angie disangka dengan pasal penyuapan.

Saat ini, KPK juga telah mengajukan permohonan cekal atas Angie dan Koster. "KPK, melalui ketuanya, Abraham Samad, telah secara resmi mengajukan permintaan cekal kepada AS dan WK," ujar Wamenkum HAM, Denny Indrayana, dalam pesan singkatnya kepada detikcom.

(van/ndr)

Sumber : www.detik.com

Kamis, 02 Februari 2012

Hujan Lebat Iringi Pemakaman HIM Damsyik

Mahar Prawira Bhisma - detikhot
Jumat, 03/02/2012 14:28 WIB
HIM Damsyik (ist.)
Jakarta - Jenazah aktor lawas HIM Damsyik dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2012). Hujan lebat pun mengiringi pemakaman pemeran Datuk Maringgi itu.

Menurut pantuan detikhot, jenazah HIM Damsyik tiba di TPU Karet Bivak tepat pukul 14.00 WIB. Rombongan sekitar 20 mobil itu pun mulai berangkat sejak pukul 13.00 WIB dari rumah almarhum di kawasan Cinere, Jawa Barat.

Isak tangis keluarga ikut mengiringi pemakaman pria yang jago berdansa itu. Selain itu ratusan masyarakat sekitar juga terlihat menyaksikan pemakamannya.

Meski masyarakat datang berbondong-bondong, prosesi pemakaman HIM Damsyik tetap berjalan dengan tertib. Isak tangis para pelayat kembali pecah saat jenazah mulai dimasukan ke liang lahat.

Selain keluarga, beberapa sahabat-sahabat dari almarhum juga melayat. Salah satunya, adalah fotografer kondang Darwis Triyadi.

HIM Damsyik meninggal di usianya ke-82. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, ia sempat dirawat di RS Cinere.


(fk/hkm)

Sumber : www.detik.com

Kemlu Belum Dapat Informasi WNI Korban Cuaca Ekstrem di Eropa

Suci Dian Firani - detikNews
Jumat, 03/02/2012 13:44 WIB
Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengaku belum mendapatkan informasi adanya korban jiwa dari WNI akibat cuaca dingin ekstrem di Eropa Timur. Namun Kemlu tetap memantau kondisi WNI di sana.

"Hingga saat ini, kami belum ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban di Eropa," ujar jubir Kemlu Michael Tene, di Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2012).

Menurut Tene, pemerintah Eropa telah memiliki persiapan khusus untuk mengantisipasi. Namun tene mengimbau bagi WNI yang membutuhkan bantuan untuk mendatangi KBRI di negara yang bersangkutan.

"Sebagaimana lazimnya jika memerlukan bantuan silakan menghubungi KBRI. Kita pasti akan memberikan bantuan," terang Tene.

AFP memberitakan, 164 orang tewas dan puluhan ribu orang harus pindah ke tempat-tempat penampungan untuk menghindari udara dingin yang menusuk tulang.

Di Moskow, Rusia, suhu udara siang hari bahkan mencapai minus 22 derajat Celcius. Di Bulgaria, suhu udara yang mencapai minus 30 derajat Celcius. Sedangkan di Ukraini, suhu pada malam hari bisa mencapai minus 33 derajat celcius.


(nik/vit)

Sumber : www.detik.com